Thursday, 21 July 2016

Tips Padu Padan Kemeja Wanita Untuk Tampil Lebih Stylish

Fashion item yang satu ini pasti dimiliki setiap wanita di dalam lemarinya, apalagi kalau bukan kemeja. Yup, kemeja wanita modern ini memang digemari wanita karena dapat dikenakan untuk beragam kebutuhan mulai dari tampilan kasual, hingga formal. Tapi mungkin banyak dari kamu yang sudah bosan memakai kemeja. Padahal jika kamu pintar memadu madankannya, kamu bisa terlihat stylish dan edgy dengan kemeja yang kamu miliki.

Jeans

http://sanctuaryboutique.com/?p=2725
Mengombinasikan jeans dengan kemeja memang menjadi kombinasi paling aman untuk kamu yang ingin tampil kasual. Skinny jeans bisa menjadi pilihan yang tepat untuk dikombinasikan dengan kemeja putih polos ataupun kemeja kotak-kotak. Kamu juga bisa menambahkan jaket kulit dan lengkapi dengan sepatu boots untuk memberi kesan street style.

Rok midi

http://www.memorandum.com/2016/04/windowpane-blouse-and-pleated-skirt.html
Bosan memakai jeans, kamu bisa memadankan dengan rok midi. Kalau kamu memakai kemeja bermotif, padankan dengan rok midi berwarna netral seperti hitam dan krem. Jangan lupa tambahkan heels untuk tampil lebih chic.

Kalau kamu memakai kemeja putih, kamu juga bisa menambahkan rok bermotif misalnya motif floral. Rok midi membuat kamu tampil tetap rapi dan sopan namun tetap keren. Jangan lupa masukkan kemejamu, ya.

Celana pendek

https://fashion.mataharimall.com/fashion-kemeja-korea-wanita-coat-jaket-import-korea-dress-putih-1144657.html
Selain skinny jeans, kamu bisa juga memadankan kemeja dengan celana pendek. Kamu bisa mengenakan kemeja oversize dengan celana pendek dan tambahkan wedges atau sneakers. Tambahkan aksesoris seperti statement necklace atau kalung berukuran besar sebagai pelengkap kemeja putih. Cara memakainya, kamu bisa memakai kancing hingga ke leher lalu pakai kalung di bawah kerah. Cara lainnya adalah membiarkan kancing kemeja terbuka dan pakai kalung di dalam kemeja.

Tumpuk dengan sweater

https://baublestobubbles.com/tag/denim/
Saat udara terasa dingin, aplikasikan gaya tumpuk pada penampilan kamu, salah satunya dengan menumpuk kemeja putih dengan sweater. Kamu bisa memilih warna-warna monokromatik, misalnya menggunakan sweater berwarna hitam atau abu-abu. Tapi kamu juga bisa memilih warna-warna kontras, seperti merah, ungu, atau biru.

Rok mini

http://www.fitfabfunmom.com/tie-neck-plaid/
Kamu bisa memadankan kemeja dengan beragam model rok. Tapi coba pilih rok yang panjangnya di atas lutut. Untuk model rok, kamu bisa memakai rok model A-line atau yang sedikit melebar di bawah, rok pensil yang bentuknya mengecil di bagian bawah, atau bahkan rok peplum yang modis. 

Kulot

http://amandoblogs.com/suede-culottes-and-victorian-blouse/
Selain memadankan dengan rok ataupun celana pendek, kamu juga bisa memadankan kemeja kamu dengan kulot. Pilih warna-warna netral seperti putih atau krem dan lengkapi dengan blocked heels.

Denim overalls

http://ngeneet.blogspot.co.id/2015/04/overall-jeans-feminim-bisa-tomboy-bisa.html
Kamu juga bisa mengombinasikan kemeja kamu yang berlengan panjang dengan denim overalls.  Kamu bisa memilih denim overalls yang panjang atau pun pendek untuk dipadu padankan. Sebagai penyempurna penampilan kamu, kamu bisa menggunakan heels ataupun sneakers untuk menambahkan kesan playful yang ingin kamu tampilkan.

Kalau kamu ingin mencari kemeja wanita modern, kamu bisa mengunjungi MatahariMall.com karena MatahariMall.com menjual beragam koleksi kemeja wanita dengan kualitas terbaik. Selamat mencoba gaya-gaya ini!




Tuesday, 1 July 2014

Bolehkah ODHA Berpuasa?

Puasa Ramadhan adalah ibadah yang sangat mulia bagi Umat Muslim. Setiap orang berusaha mendekatkan diri pada Allah dengan memperbanyak ibadah dan tidak terkecuali teman-teman yang hidup dengan HIV-AIDS.
Banyak sekali Pertanyaan yang muncul tentunya, apakah teman-teman yang hidup dengan HIV-AIDS dapat berpuasa? Kondisi apa yang diperbolehkan? Kondisi apa yang tidak dianjurkan berpuasa? Dan bagaimana cara minum obat ARV mengingat dengan puasa akan ada interval jarak minum obat lebih dari 12 jam?
sms-bbm-ucapan-puasa-ramadhan
Sebenarnya, ODHA juga dapat berpuasa apabila kondisi fisik mampu dan stabil. Beberapa patokan yang bisa digunakan untuk mengatakan kondisi stabil adalah:
•    Sudah minum obat ARV dengan teratur dan rutin
•    Tidak ada infeksi aktif seperti tuberkulosis, toksoplasmosis, dan lainnya
•    Tidak sedang diare atau mual/ muntah hebat
•    Jika mungkin, kondisi CD4 diatas 200

Bagaimana cara minum ARV selama berpuasa?
Untuk obat yang diminum satu kali sehari, tentunya tidak terlalu banyak perubahan. Untuk obat yang diminum dua kali sehari seperti Coviro, Hiviral, Duviral, Staviral, Aluvia, Neviral, atau Abacavir ada panduannya yakni :
•    Minum obat dosis pertama saat sahur, sebelum adzan shubuh. Imsak bukan berarti kita tidak boleh makan atau minum tetapi pertanda bahwa sebentar lagi adzan subuh. Patokan kita tidak boleh makan atau minum lagi adalah adzan subuh.
•    Minum oabt dosis kedua, segera setelah berbuka puasa
•    Obat ARV dapat diminum baik sebelum atau sesudah makan.
Nah, Jika informasi ini kurang meyakinkan dan kamu masih penasaran. Sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter mu ya sebelum memutuskan mulai berpuasa. Semoga bermanfaat dan selamat bepuasa ya

source: www.pokdisusaids.com

Kisah Nyata Anak 6 Tahun Bertahan Hidup Sendiri, Hanya Ditemani Anjing

Kisah nyata ini terjadi pada tahun 2010 yang lalu, tentang seorang anak bernama Ah Long yang hidup sendiri di sebuah desa di kaki bukit Gunung Malu, Liuzhou di provinsi Guangxi, China. Umurnya baru 6 tahun, kedua orang tuanya telah meninggal dikarenakan mengidap penyakit AIDS berturut-turut di tahun 2008 dan 2010.


Orang-orang di sekitarnya mengucilkannya karena Ah Long dilahirkan dengan virus HIV yang mengalir di darahnya. Ah Long harus menjaga dirinya sendiri karena kebanyakan orang takut untuk mendekat, Satu-satunya sahabat sejatinya adalah anjingnya yang bernama Lao Hei yang selalu setia menemani disampingnya.


Satu-satunya keluarga yang ia miliki adalah neneknya yang berusia 84 tahun. Kadang si nenek mengunjunginya dan memasak untuknya, namun tidak bersedia tinggal bersamanya. Karena penyakitnya, orang-orang di sekitarnya tidak menghiraukan Ah Long. Pihak sekolah tidak mau menerimanya lagi, bahkan para orang tua murid sepakat akan mencelakainya apabila Ah Long muncul ke sekolah dan bermain dengan anak-anak mereka.


Bahkan dokterpun enggan mengobatinya apabila Ah Long kecil sakit, penderitaan anak itu bertambah ketika  Departemen Kesejahteraan juga tidak mau mengurus anak tersebut. Biro Sipil setempat menyediakan dana sebesar 70 yuan per bulan atau sekitar Rp 90.000 per bulan.


Jumlah ini tidak cukup untuk anak kecil seumur Ah Long untuk hidup. Ah Long menjalani kehidupan sendiri. Dia menanam cabai, daun bawang dan memelihara ayam. Dia mencuci dan memasak sendiri. Dia tidur dan bermain dengan anjingnya.

Ada juga yang bersimpati dengan Ah Long dengan memberikan pakaian, makanan dan selimut bekas. Ada yang memberikan Ah Long 20 kilogram beras dan 5 kilogram mie, ada juga yang membawakan dia sebuah surat kabar mingguan untuk mengikuti berita dunia terbaru.

Sejak cerita Ah Long diangkat oleh media, ia mendapatkan banyak perhatian termasuk dari pemerintah Cina. Sebuah rumah amal di kota Liuzhou setuju untuk mengurusnya. Ah Long juga mendapat perhatian dari orang-orang yang baik hati. Ah Long pun dibangunkan rumah baru tepat di sebelah rumahnya yang lama dengan dua kamar tidur, satu ruang keluarga dan satu toilet.

Rumah Baru Ah Long

Rumah Baru Ah Long

Sebenarnya masih banyak bocah-bocah seperti Ah Long, tidak hanya di China di negara-negara lainpun mereka banyak yang diabaikan dan hidup sebatang kara. Hidup yang mereka jalani bukan kesalahan mereka, mereka tidak bisa memilih dilahirkan dengan mengidap HIV yang diturunkan oleh orang tuanya.


Ah Long walaupun dilarang sekolah dia tetap rajin belajar

Ah Long walaupun dilarang sekolah dia tetap rajin belajar

Siap-siap untuk makan malam ya nak....??

Siap-siap untuk makan malam ya??

Mencari kayu bakar sendiri di hutan untuk memasak makanan

Mencari kayu bakar sendiri di hutan untuk memasak makanan

Ah Long tanpa temen, tetapi tetap kelihatan riang selalu bermain

Ah Long tanpa temen, tetapi tetap kelihatan riang selalu bermain

Bermain dengan sepeda pemberian dan anjing kesayangannya

Bermain dengan sepeda pemberian dan anjing kesayangannya

Semoga cita-ciamu menjadi pemain bola tercapai nak....!

Semoga cita-ciamu menjadi pemain bola tercapai!

Ah Long mendapat tunjangan Rp 90 ribu per bulan... mana cukup??

Ah Long mendapat tunjangan Rp 90 ribu per bulan... mana cukup??

Menanam cabe dan memetik hasilnya untuk lauk makan

Menanam cabe dan memetik hasilnya untuk lauk makan

Luka bakar di tangan Ah Long ketika memasak

Luka bakar di tangan Ah Long ketika memasak

Makanan yang sederhana ala Ah Long.....

Makanan yang sederhana ala Ah Long.....

Lihatlah anak seumur dia sudah mandiri, mandi sendiri

Lihatlah anak seumur dia sudah mandiri, mandi sendiri

Menjadi seorang pesilat tangguh mungkin cita-cita Ah Long

Menjadi seorang pesilat tangguh mungkin cita-cita Ah Long

Wajah yang sangat polos dari seorang bocah

Wajah yang sangat polos dari seorang bocah

Thursday, 26 June 2014

PSK Positif HIV Tetap Melayani Pelanggan

Para pekerja seks komersial (PSK) yang postif HIV tetap melayani para pelanggannya. Namun, mereka diminta melakukan hubungan seksual yang aman dengan menggunakan kondom, agar penyakit yang menyerang kekebalan tubuh tersebut tak menular ke orang lain.

"Jika dipulangkan atau melarang mereka bekerja, justru melanggar HAM," kata fasilitator advokasi Yayasan Paramitra Malang, Marsikan, Rabu, 8 Januari 2013. Jadi, mereka tetap diizinkan bekerja dengan pengawasan ketat, seperti memastikan kondisi kesehatannya tetap stabil.

Marsikan yang mendampingi sejumlah orang dengan HIV/AIDS (ODHA) menjelaskan jika para PSK memiliki kesadaran tinggi terhadap kesehatan reproduksi. Mereka rutin memeriksaan kesehatan reproduksi ke klinik Voluntary Counseling and Testing (VCT). Pemeriksaan, kata dia, dilakukan secara terjadwal.

Di Kabupaten Malang, total jumlah PSK sekitar 340-an yang tersebar di sejumlah lokalisasi. Meliputi lokalisasi Suko dan Slorok di Kecamatan Sumberpucung, Gondanglegi, Ngantang, Pujon, dan Kebobang di Kecamatan Wonosari.

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Malang Adi Purwanto mengatakan, pemerintah menyediakan layanan kesehatan berkesinambungan (LKB) yang sasarannya untuk seluruh kelompok berisiko tinggi. Tujuannya untuk mencegah penularan penyakit yang masih belum ditemukan obatnya ini. "ODHA di Malang sebanyak 830 orang," katanya.

Untuk menjangkai kelompok bersiko tinggi, KPA bekerja sama dengan kelompok masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat melakukan pendidikan pencegahan dan penularan AIDS. Termasuk bekerja sama dengan PKK dan ibu rumah tangga. 

EKO WIDIANTO - TEMPO.COMalang

Sarang Lebah Diteliti untuk Mengobati HIV/AIDS




Propolis yang dihasilkan sarang lebah sedang diteliti kegunaannya untuk membantu penyembuhan penderita HIV. Produsen produk kesehatan yang berbasis lebah alami, PT Harmoni Dinamik Indonesia (HDI), mengujicobakan di salah satu rumah sakit di Bangka.

Manajer Senior Pengembangkan Bisnis dan Produk PT HDI Alva Paloma mengatakan propolis dihasilkan dari sarang lebah, seperti halnya madu, serbuk sari, dan royal jelly. "Masing-masing memiliki manfaat yang cukup unik," katanya saat ditemui di Solo, Sabtu, 7 Juni 2014.

Propolis merupakan lapisan lilin yang terdapat di sekeliling sarang lebah. Lapisan itu berfungsi mengadang mikroorganisme yang mencoba masuk ke sarang. "Hal itu membuat sarang lebah selalu steril," ujar Alva.

Perusahaannya sudah cukup lama menggunakan propolis sebagai bahan baku salah satu produknya. Produk tersebut berfungsi meningkatkan kekebalan tubuh. "Sudah terbukti efektif digunakan sebagai komplementer pengobatan demam berdarah," tuturnya.

Saat ini pihaknya tengah menguji coba produk herbal itu untuk membantu pengobatan penderita HIV/AIDS. Uji coba dilakukan dengan menggandeng salah satu rumah sakit di daerah Bangka. "Uji coba juga sudah mendapat persetujuan komisi etik rumah sakit tersebut," kata Alva.

Dia mengatakan propolis diharapkan bisa mendongkrak kadar CD4 dalam darah penderita HIV/AIDS. Dengan demikian, daya tahan tubuh bisa terjaga seperti layaknya orang sehat. Hanya saja, penggunaan propolis tetap harus dibarengi dengan obat-obatan medis. "Sebab, propolis sifatnya hanya komplementer atau melengkapi," ujarnya.

Sayangnya, dia masih belum bisa menyebut hasil yang diperoleh dari penelitian tersebut. Dia mengatakan penelitiannya baru bisa dipublikasikan satu tahun mendatang. "Kami juga akan memperluas penelitian di Surabaya dengan menggandeng rumah sakit setempat," tuturnya.

Salah satu dokter dari RSPAD Gatot Soebroto, Letnan Kolonel Bagus Sulistyo Budhi, mengatakan pihaknya sudah pernah mengujicobakan penggunaan propolis pada pasien demam berdarah. "Hasilnya cukup efektif," katanya.

Menurut Bagus, pasien yang mengkonsumsi ekstrak propolis bisa keluar dari rumah sakit dua hari lebih cepat dibanding yang tidak mengkonsumsinya. "Kadar trombosit dalam darah juga meningkat cukup cepat," katanya.

AHMAD RAFIQ - TEMPO.COSurakarta

Monday, 16 June 2014

SUFA, Strategi Pengobatan ODHA

Saat ini pemerintah Indonesia dengan motor Kementerian Kesehatan sedang menjalankan sebuah proyek percontohan yang diberi nama SUFA (Strategic Use of ARV). Ini adalah sebuah proyek percontohan guna memutus mata rantai penularan HIV dengan strategi memberikan pengobatan ARV kepada setiap ODHA tanpa melihat angka CD4. Sebelumnya, ODHA baru disarankan memulai terapi ARV jika angka CD4 berada dibawah angka 350.
Program ini mempunyai landasan ilmiah yang kuat. Dalam sebuah riset yang diterbitkan di Jurnal Lancet dan kemudian dikenal dengan nama HATIP 052, didapati fakta bahwa dengan pengobatan ARV yang termonitor pada ODHA mampu menurunkan tingkat penularan sampai dengan sebesar 96%. Ini jelas merupakan sebuah langkah maju dan menciptakan peluang emas ditengah sulitnya kita menyukseskan program penggunaan kondom konsisten pada kelompok populasi kunci.
Strategi SUFA ini kemudian dikuatkan oleh sebuah Surat Edaran Menteri Kesehatan nomer 129 tahun 2013 tentang Pelaksanaan Pengendalian HIV-AIDS dan Penyakit Menular Seksual. Secara mudahnya, strategi yang dijalankan mencakup ekspansi tes HIV sehingga mampu mendiagnosa jumlah ODHA secara maksimal serta kemudian memberikan pengobatan ARV bagi setiap ODHA yang terdiagnosa.
Dalam surat edaran ini, tes HIV akan dianjurkan kepada ibu hamil di daerah dengan prevalensi HIV tinggi, pasien IMS, pasangan ODHA, pasien TB, pasien hepatitis dan warga binaan lapas.
Inisiasi ARV pun dilakukan dini tanpa melihat tingkat CD4 pasien. Ini khususnya bagi ibu hamil, pasien ko infeksi TB, Lelaki Seks dengan Lelaki, pasien koninfeksi Hepatitis B dan C, Perempuan Pekerja Seks, Pengguna Narkotika Suntik, ODHA yang pasangan tetapnya memiliki status HIV – dan tidak menggunakan kondom secara konsisten.
Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan alat tes HIV dan ARV, kementerian kesehatan masih terus berkomitment menyediakan subsidinya sehingga tes HIV dan ARV bisa didapatkan secara gratis. Untuk meningkatkan kepatuhan, pemerintah juga telah memulai pengadaan obat ARV fixed dose combination sehingga ODHA cukup meminum satu pill satu kali sehari. Jelas ini lebih praktis menginggat sebelumnya ODHA harus meminum pil ARV dengan jumlah lebih banyak sehingga kadang ini menyulitkan dalam menjaga kepatuhan minum obat.
Satu tantangan terbesar yang masih ada dalam program ini adalah masih sangat terbatasnya subsidi bagi tes Viral Load yang mestinya digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan terapi ARV. Banyak daerah di Indonesia yang tidak mempunyai akses terhadap jenis tes ini dan bagi mereka pun yang mempunyai akses, kerap kali biayanya yang lebih dari 1 juta untuk sekali tes ini tidak terjangkau oleh mayoritas ODHA.
JKN menjadi salah satu peluang yang bisa dimanfaatkan sehingga akses ODHA ke tes Viral Load bisa ditanggung oleh jaminan pembiayaan ini. Keberhasilan program ini akan cukup menentukan keberhasilan kita dalam upaya menurunkan tingkat kesakitan dan kematian akibat AIDS serta mengendalikan laju epidami AIDS di Indonesia

source: www.odhaberhaksehat.org

Kisah penderita Hiv dan Aids

Hentikan AIDS. Jaga Janjinya – Akses Universal dan Hak Asasi Manusia
aids-ribbon
Jika waktu bisa kembali ke masa lalu. Saya ingin sekali melihat terakhir kali wajah ayah saya sebelum meninggal. Dia adalah pahlawan bagi saya. Saya inginmeminta maaf kepadanya. Begitulah ungkapan TPI Boyo, salah seorang pengidap HIV Aids saat ditemui Global kemarin. Seperti juga dengan kondisi orang yangsehat. Boyo, begitu ia akrab disapa, fisiknya masih kelihatan sehat dan bugar. Tapi di balik itu, tersimpan sebuah rahasia Tuhan yang tak bisa ia hindari.
Kematian.
Boyo mengisahkan, sudah hampir lima tahun ini tubuhnya digerogoti virus HIV yang sampai kini belum ada obatnya.”Kalau Tuhan memutar waktu ke belakang, sayaingin melihat ayah saya terakhir kalinya. Tapi, itu tidak mungkin. Saat ini yang bisa saya lakukan adalah bagaimana bisa berbuat baik kepada orang lain,”ucapnya dengan suara yang tegas.Kondisi keluarga yang mengalami masalah di saat dirinya masih duduk di bangku sekolah membawa Boyo ke dunia yang tak pernah ia pikirkan sebelumnya. Ia terlibat ke dalam dunia hitam. Awalnya hanya sekedar mencoba, selanjutnya ketagihan mengkonsumsi narkoba. “Awalnya sih hanya ingin menghilangkan rasa kesal saja. Tapi malah ketagihan. Dari mulai konsumsi ganja sampai kemudian ke putaw. Pingin melepaskan diri saja dari masalah yang ada saat itu,” jelas Boyo mengenang masa lalunya.
Pindah ke Bandung
Selesai menyiapkan sekolahnya di Medan, Boyo pun kemudian pindah ke Bandung. Di kota kembang ini, kehidupan yang dialaminya justru bertambah. Pergaulan bebas ala anak muda Bandung menyeretnya ke dalam dunia hitam yang lebih dalam. Ia sudah ketergantungan dengan barang haram ini. Perkenalannya dengan seorang model, sebut saja namanya DV, yang sekarang ini menjadi salah seorang artis papan atas Indonesia. Membuat dirinya mulai kenal dengan jarum suntik. Dari biasanya yang hanya mengkonsumsi narkoba dengan menghisap, kemudian beralih ke suntik.
“Nggak usah disebutkan siapa dia. Saat ini sudah jadi artis. Di Bandung keadaan saya bertambah gawat. Sampai kemudian saya dibawa pulang kembali oleh ayah. Bahkan kuliahpun saya tak tamat,” paparnya. Sebelumnya, sang ayah tidak mengetahui jika kondisinya semakin memprihatinkan. Hingga pada suatu hari, ayahnya ingin memberikan kejutan dengan datang diam-diam di kost yang disewanya. Namun yang dilihat sang ayah, bukan Boyo yang sedang membaca buku kuliah. Tapi, sebuah kamar kosong yang sudah tak ada isinya lagi.
Saat membuka pintu kost, Boyo melihat sang ayah duduk terpaku di tempat tidurnya. Tak ada kata-kata, yang ada hanya linangan air mata.”Saya nggak tahu kalau ayah saya datang dari Medan. Semua yang ada di kamar sudah saya jual semua untuk beli narkoba, termasuk sebuah mobil Escudo,” kenangnya.
Masuk Rehabilitasi, Jual Gas dan Blender
Sekitar tahun 1999, setiba di Medan, ia masuk pusat rehabilitasi. Hanya tiga bulan ia mampu bertahan.”Di Medan saya kuliah lagi di UMSU. Tapi itupun nggaksampai selesai. Sekitar tiga bulan saya berhenti mengkonsumsi narkoba,” ujar anak bungsu dari tujuh bersaudara ini.
Pada tahun itu, ia sampai enam kali bolak-balik masuk rehabilitasi. Keluarganya sangat mencemaskan perilakunya. Sang ayah pun kemudian jatuh sakit. Tapi, dirinya masih belum bisa berubah total. Kebiasannya mengkonsumsi barang haram masih dilanjutkannya. Menginjak tahun 2001, sebuah peristiwa pahit menyadarkan dirinya. Sang ayah yang menderita kanker paru-paru stadium tiga dipanggil sang kuasa. Ia merasa terpukul. Dengan langkah yang tak punya arah, ia pulang ke rumah setelah beberapa bulan kabur dari rumah.
“Sebelum ayah meninggal, saya sempat kabur dari rumah. Karena nggak ada uang lagi, saya jual semua barang yang ada di rumah. Termasuk gas dan blender. Dari situlah, saya dihajar abang. Saya pun kabur. Tapi dari situ jugalah saya menyesal. Saya belum sempat melihat ayah terakhir kalinya,” seru Boyo.
“Apalagi kata abang, pesan ayah sebelum meninggal adalah agar semua saudaranya menjaga dirinya. Ayah ternyata masih sayang sama saya. Itu yang nggak akan pernah saya lupakan,” tambahnya. Dua tahun berikutnya, ia mencoba memeriksakan dirinya. Hasilnya? Darah yang ada di tubuhnya dinyatakan positif HIV.
Mendengar hal itu, keluarganya syok. Ia pun menyesali segala perbuatannya. Ada satu titik cahaya terang yang menyinari hatinya. Ia mencoba bangkit dan mencoba untuk terus bertahan.
Tahanan Pertama di Rutan Labuhan Deli yang Mengidap Aids
Sepak terjang kehidupan Boyo sepertinya penuh dengan lika-liku. Tak hanya pernah menjadi pecandu narkoba, tapi ia pernah kena tuduhan curanmor. Hinggadirinya harus mendekam di Penjara. Bahkan, ia tercatat sebagai tahanan pertama yang mengidap HIV Aids. Yang selanjutnya di bebaskan. “Sebenarnya masa tahanan masih dua bulan lagi. Di bulan keempat, penyakit saya ketahuan. Seisi rutan pun tahu kalau saya adalah pengidap Aids,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Boyo juga menjadi pasien pertama pengobatan terapi Metadon yang dilakukan di RS Adam Malik. Dengan melakukan terapi dan menjalankan hidup sehat, keadaan Boyo masih tetap segar bugar. “Banyak orang yang bertanya kepada saya. Kok bisa berumur panjang. Apa rahasianya? Saya hanya menjawab hidup sehat, berpikir positif dan berdoa. Itulah yang saya lakukan. Sampai sekarang ini setiap jam 10 pagi saya harus minum metadon, untuk memperkuat tubuh saya,” jelasnya.
Jangan Pernah Coba-coba Narkoba
Sejak di vonis positif HIV, Boyo mengalami perubahan 360 derajat. Ia tak pernah lagi bersinggungan dengan narkoba. Ia pun mulai aktif di organisasi yang bergerak di HIV Aids. Dari mulai di Center For Drugs User, Medan Plus sampai di Cordia Caritas Medan, tempatnya mengabdikan dirinya saat ini.
Dari sinilah ia ingin menyadarkan masyarakat, terutama generasi muda untuk menghindari narkoba. Selama berbincang-bincang dengannya, Boyo selalu mengatakan jangan pernah bersinggungan dengan narkoba. Sekali masuk, sulit untuk keluar. “Saya sebenarnya bersyukur dengan ini. Kalau tidak kena HIV Aids, mungkin nasib saya lebih buruk lagi. Buat semuanya, tolonglah jangan sekali-kali mencicipi narkoba. Itu barang sesat. Nggak akan pernah bisa membahagiakan. Hanya sesaat saja. Lakukan hal-hal terbaik,” jelasnya.
Diambil dari forumbebas.com
Dari kisah diatas jelas tercermin bahwasanya pengaruh penggunaan nartkotika dan obat-obat terlarang menjadi penyebab utama dari penderita HIV/AIDS, oleh karena itu kita sebagai generasi penerus bangsa ini mari katakan TIDAK untuk NARKOBA.
Artikel ini diposting dalam rangka memperingati hari AIDS seduania yang jatuh pada 1 desember setiap tahunnya.
Posted by  on December 1, 2009.