Monday, 28 April 2014

Anak dan HIV cont'

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa manfaat dari imunisasi pada anak dengan HIV lebih besar dibandingkan kerugian akibat efek samping dari vaksin, walaupun ada gejala penyakit HIV. Namun masih ada keraguan mengenai penggunaan vaksin BCG untuk TB. Sebaiknya vaksinasi BCG diberi pada semua bayi segera setelah lahir untuk melindunginya terhadap meningtis TB. Masalahnya anak yang ternyata terinfeksi HIV lebih mungkin mengembangkan penyakit BCG akibat imunisasi, tetapi tidak mungkin diketahui apakah bayi terinfeksi HIV pada saat diimunisasi.


Bayi dan balita yang dilahirkan oleh ibu terinfeksi HIV dapat tertular HIV selama kehamilan, waktu dilahirkan dan melalui menyusui. Jika tertular selama kehamilan, kemungkinan anak akan melanjut cepat ke AIDS, dan akan meninggal dalam satu tahun pertama kehidupannya, bila tidak segera diberi ART. Namun pada anak dengan HIV, perkembangan penyakit akan lebih lamban, dan ada harapan mereka dapat bertahan hidup tanpa ART selama 7-8 tahun atau lebih. Diagnosis infeksi HIV atau hasil tes HIV yang reaktif pada anak hampir pasti menunjukkan bahwa ibunya dan sering kali ayahnya juga terinfeksi. Jadi masalah asas konfidentialitas dan dukungan untuk keluarga tetap sangat penting.
HIV pada anak dapat diobati seperti dengan orang dewasa.Bayi yang dilahirkan oleh ibu terinfeksi HIV sebaiknya diimunisasi sama seperti anak lain, walau ada risiko mengembangkan penyakit BCG pada anak yang ternyata terinfeksi HIV. Anak yang terinfeksi HIV sebaiknya diawasi oleh dokter spesialis anak yang berpengalaman menatalaksana HIV.

2 comments: