MENONTON Dallas Buyers Club perhatian utama kita tentu saja pada laku dua bintangnya: Matthew McConaughey dan Jared Leto.
Film ini memenangkan penghargaan Oscar 2014 untuk kategori Aktor Terbaik dan Aktor Pendukung Terbaik atas akting brilian McConaughey dan Leto. Maka, perhatian pertama penonton terutama pada akting keduanya.
McConaughey dan Leto memang telah berakting maksimal di sini. Tengok saja tampang kurus McConaughey sebagai pesakitan penderita AIDS. Konon, demi peran ini McConaughey menurunkan berat badannya sampai 22 kilogram. Atau tengok juga Leto sebagai transgender pecandu sekaligus juga digerogoti AIDS. Kita dibuat lupa kalau Leto aslinya pria tulen.
Tapi tengoklah film karya Jean-Marc Vallee berdasar skenario Craig Borten dan Melissa Wallack ini dengan perspektif lain. Tidak sekadar suguhan akting jempolan pemain-pemainnya.
AIDS mulai diidentifikasi di Amerika Serikat tahun 1981. Dulu penyakit ini banyak menjangkiti kaum gay. Sebutan umumnya pun belum AIDS, tapi "Gay Cancer" alias kankernya kaum gay.
Dalam laporan utama majalah Newsweek saat AIDS "memperingati" ulang tahun ke-25, Maret 2010 silam, David J. Jefferson menulis artikel "How Aids Changed America" mengungkap, presiden AS kala itu, Ronald Reagan baru membuka wacana soal AIDS di forum publik empat tahun setelah epidemi AIDS, atau setelah 12 ribu warga Amerika meninggal akibat penyakit itu. (Reagan tak menyebut kata AIDS di panggung publik sampai tahun 1987.)
Dulu, media massa juga malu-malu melaporkan soal AIDS. Berita soal AIDS di awal 1980-an hanya mengisi halaman-halaman dalam koran mainstream macam New York Times. Newsweekyang pertama memuat AIDS di sampul utama tahun 1983. Koran Wall Street Journal melaporkan soal penyakit AIDS di headline-nya tahun 1982 hanya setelah penyakit itu juga menjangkiti heteroksesual, bukan cuma kaum gay: NEW, OFTEN-FATAL ILLNESS IN HOMOSEXUALS TURNS UP IN WOMEN, HETEROSEXUAL MALES, tulis headline bulan Februari 1982 itu.
AIDS memang bukan penyakit biasa. Selain belum ada obatnya, penyakit ini awalnya menjangkiti orang-orang yang berperilaku seks di luar heteroseksual. Semula, AIDS dianggap aib besar ataupun kutukan akibat berperilaku tak sesuai kodrat. Tapi lambat laun, ketika makin banyak orang meninggal karena AIDS dan penyakit ini juga menyerang siapa saja, kesadaran akan bahaya AIDS dan upaya pencegahannya pun menjadi wacana nasional.
Publik Amerika makin sadar akan wabah AIDS ketika di musim panas tahun 1985, Rock Hudson, bintang film yang dicintai publik AS, ketahuan seorang gay dan mengidap AIDS. Enam tahun kemudian, tahun 1991, seorang pebasket, olahragawan yang seharusnya sehat walafiat, seorang heteroseksual, Magic Johnson, mengumumkan kalau ia mengidap HIV positif, virus AIDS. "(Penyakit) ini bisa terjadi pada siapa saja, bahkan saya, Magic Johnson," kata bintang basket yang ketika itu usianya 32 tahun, sambil bilang setiap orang agar berperilaku seks aman.
source: www.tabloidbintang.com
mantap
ReplyDeletego ahead
thanks infonya kak
ReplyDelete