Monday, 28 April 2014

Anak dan HIV

Sebagian besar anak-anak di bawah usia sepuluh tahun yang terinfeksi HIV tertular dari ibunya, walau sebagian kecil tertular akibat transfusi darah yang tercemar HIV. Penularan dapat terjadi dalam kandungan, waktu melahirkan atau melalui menyusui. Sebaliknya, HIV tidak dapat menular melalui hubungan langsung dengan anak, misalnya memeluk, mencium, memandikan, mengganti popok, atau waktu bermain. Seperti dengan orang dewasa, ada beberapa tanda dan gejala yang seharusnya menimbulkan kecurigaan bahwa anak terinfeksi HIV yaitu:
- Berat badan menurun, atau gagal tumbuh; 
- Diare lebih dari 14 hari; 
- Demam lebih dari satu bulan; 
- Infeksi saluran pernapasan bagian bawah yang berat atau menetap; 
- Batuk kronis;
- Kandidiasis mulut dan infeksi oportunistik (IO) sama seperti yang dialami oleh orang dewasa

Anak yang terinfeksi selama kehamilan atau waktu dilahirkan lebih mungkin akan mengembangkan tanda dan gejala penyakit sebelum berusia 12 bulan; anak ini dianggap sebagai ‘pelanjut cepat’. Anak tersebut akan melaju ke masa AIDS secara sangat cepat, dan kemungkinan akan meninggal sebelum berusia satu tahun bila tidak segera diobati.  Pengobatan untuk anak dengan HIV terus berkembang, baik untuk mencegah atau mengobati infeksi oportunistik, maupun ART. Dengan pengobatan tersebut, ada harapan bahwa anak tersebut dapat bertahan hidup lama, seperti orang dewasa yang diberi terapi tersebut. WHO menganjurkan agar semua anak yang lahir dari ibu terinfeksi HIV diberi profilaksiskotrimoksazol dari usia 4-6 minggu.

2 comments: